9 LANGKAH MENJADIKAN AMALAN YANG ISTIQOMAH

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم 

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين و على آله وصحبه اجمعين. أما بعد:

TAZKIRAH HARI INI UNTUK RENUNGAN BERSAMA.   
(Shah Alam, Sabtu 18 April 2015).

9 LANGKAH MENJADIKAN AMALAN YANG ISTIQOMAH. 

Pada TAZKIRAH semalam, USM bercerita tentang ciri manusia yang istiqamah,  pada TAZKIRAH hari ini ingin membahaskan sedikit tentang langkah untuk menjadi insan yang istiqomah dalam amalan kehidupan.

Adapun langkah yang dikehendaki untuk menjadi insan yang istiqomah dalam amalan adalah:

1. Mengikhlaskan niat semata-mata hanya mengharap redha Allah SWT dan karena Allah SWT. 

Ketika beramal, tiada yang hadir dalam jiwa dan pikiran kita selain hanya Allah SWT. Karena keikhlasan merupakan faktor dasar dalam bertawakal kepada Allah SWT. Tidak mungkin seseorang akan bertawakal, tanpa diiringi rasa ikhlas dalam hati.

2. Bertahap dalam beramal. 

Dalam erti kati kata lain,  ketika melakukan  suatu ibadah, kita hendaknya memulakan  dari sesuatu yang kecil namun bersifat rutin. 

Bahkan sifat rutin ini jika dipandang ianya perlu, harus bersifat sedikit dipaksakan. Sehingga akan terwujud sebuah amalan yang rutin meskipun sedikit. inilah yang insya Allah akan menjadi amalan yang istiqamah. 

Seperti membaca Al-Qur’an, dalam qiyamul lail dan lain sebagainya; hendaknya dimulai dari yang sedikit demi sedikit, kemudian ditingkatkan menjadi lebih baik lagi.

3. Diperlukan adanya kesabaran.

Karena untuk melakukan suatu amalan yang bersifat istiqamah dan rutin, memang merupakan amalan yang berat. Karena kadangkala sebagai seorang insan, kita terkadang dihinggapi perasaan rajin dan kadangkala rasa malas. 

Oleh karenanya diperlukan kesabaran dalam menghilangkan rasa malas ini, bagi menjalankan ibadah atau amalan yang bersifat istiqamah.

4. Istiqamah tidak dapat direalisasikan melainkan dengan berpegang teguh terhadap ajaran Allah swt.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an surah ali -Imran ayat 101:

”Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”

5. Istiqamah juga  berkait erat dengan Tauhid kepada Allah SWT. 

Oleh karenanya dalam beristiqamah seseorang benar-benar harus mentauhidkan Allah SWT dari segala sesuatu apapun yang di muka bumi ini. 

Karena mustahil istiqamah dapat direalisasikan, bila diikuti dengan perkara kemusyrikan, meskipun hanya perkara yang sangat kecil dari kemusyrikan tersebut, seperti riya. Menghilangkan sifat riya’ dalam diri kita merupakan bentuk istiqamah dalam keikhlasan.

 6. Memahami hikmah atau hakikat dari ibadah ataupun amalan yang kita lakukan tersebut. 

Sehingga ibadah tersebut terasa nikmat kita lakukan. Demikian juga sebaliknya, jika kita merasakan ‘kehampaan’ atau ‘kegersangan’ dari amalan yang kita lakukan, tentu hal ini menjadikan kita mudah bosan dan meninggalkan ibadah tersebut. Dan tidak dapat di laukan dwngan istiqamah.  

7.Istiqamah juga akan sangat membantu dengan adanya amal jama’i (kebersamaan dalam beramal). 

Karena dengan kebersamaan dalam beramal islami, akan lebih membantu dan mempermudah hal apapun yang akan kita lakukan. 

Jika kita salah, tentu ada yang menegur. Jika kita lalai, tentu yang lain ada yang mengingatkan. Berbeda dengan ketika kita seorang diri. Ditambah lagi, nuansa atau suasana beraktiviti secara bersama memberikan ‘sesuatu yang berbeza’ yang tidak akan kita rasakan ketika beramal seorang diri.

8. Memperbanyak membaca dan mengupas mengenai keistiqamahan para Nabi, sahabat dan orang-orang shaleh dalam meniti jalan hidupnya.

 Meskipun berbagai cobaan dan ujian yang sangat berat menimpa mereka. Oleh kerana itu mereka merasakan kenikmatan dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan cobaan tersebut.

9. Memperbanyak berdoa kepada Allah SWT, agar kita diberi anugerah dengan sifat istiqamah. 

Meskipun kita berusaha, namun jika Allah SWT tidak mengizinkannya, tentulah hal tersebut tidak akan mampu membuahkan sikap Istiqamah twes2ebut.

Sifat Istiqamah tersebut juga memiliki beberapa keutamaan yang tidak dimiliki oleh sifat-sifat lain dalam Islam. Diantara keutamaan istiqamah adalah :

1. Istiqamah merupakan jalan mudah menuju ke surga.

 “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. Fussilat ayat 30).

2. Berdasarkan ayat di atas, istiqamah merupakan satu bentuk sifat atau perbuatan yang dapat mendatangkan motivasi dan pertolongan Allah SWT kepada hambanya. 

3. Istiqamah merupakan amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT. 

Dalam sebuah hadits digambarkan : Dari Aisyah r.a., bahwa Rasulullah SAW. bersabda, ‘Berbuat sesuatu yang tepat dan benarlah kalian (maksudnya; istiqamahlah dalam amal dan berkatalah yang benar/jujur) dan mendekatlah kalian (mendekati amalan istiqamah dalam amal dan jujur dalam berkata). Dan ketahuilah, bahwa siapapun diantara kalian tidak akan bisa masuk surga dengan amalnya. Dan amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang langgeng (terus menerus) meskipun sedikit". (HR. Bukhari) 

4. Berdasarkan hadits di atas, kita juga diperintahkan untuk senantiasa beristiqamah. Ini artinya bahwa Istiqamah merupakan pengamalan dari sunnah Rasulullah SAW.

5. Istiqamah merupakan ciri mendasar orang mukmin. 

Dalam sebuah riwayat digambarkan: Dari Tsauban ra, Rasulullah SAW. bersabda: 
"‘istiqamahlah kalian, dan janganlah kalian menghitung-hitung. Dan ketahuilah bahwa sebaik-baik amal kalian adalah shalat. Dan tidak ada yang dapat menjaga wudhu" (HR. Ibnu Majah).

YA Allah jadikan kami hamba yang dapat istiqamah dalam segala hal yang baik dalam hidup ini. Aamiinn Yaa Robbal 'Aalamiin !!!!!

Wallahu A'lam. 
Doakan istiqamah serta Sehat wal Afiat. 
Wassalam USM. (Ustaz Sihabuddin Muhaemin).

Catatan:
ILMU ITU MILIK ALLAH SWT UNTUK DISEBARKAN. 
Sila KONGSIKAN Dengan Sesama SAUDARA  KITA. 
Mudah-Mudahan bermanfaat Untuk Semua.
Di Dunia Dan Di Akhirat Nanti. Insya-Allah. Aamiinn !!!!!

Kritik Dan Saran Yang Membina Sangat Dialu-alukan. 
Sila tlp/sms kami, USM (012-6653988). 
Atau layari laman facebook:
http://www.facebook.com:
USM - Sihabuddin Muhaemin.

TERIMA KASIH.  
(Shah Alam, Sabtu 28 Jamadil Akhir 1436 H).