5 FAKTOR PENTINGNYA MENJAGA WAKTU DALAM HIDUP.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم 

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين و على آله وصحبه اجمعين. أما بعد:

TAZKIRAH HARI INI UNTUK RENUNGAN BERSAMA.   
(Shah Alam, Isnin 24 Ogos 2015).

5 FAKTOR PENTINGNYA MENJAGA WAKTU DALAM  HIDUP. 

Banyak manusia di akhir zaman seperti sekarang ini, yang hidupnya menyia-nyiakan waktu dan umurnya dengan perkara-perkara yang tidak  berfaedah. 

Kebanyakan manusia sekarang  ini hanya mengisi waktunya dengan melakukan dosa dan maksiat, lalai dari ketaatan dan ibadah kepada Allah SWT, gemar melakukan hal yang sia-sia serta  perkara  yang melalaikan dari mengingat Allah SWT. 

Padahal kita mengetahui bahawa kehidupan di dunia ini adalah kehidupan yang sangat singkat, tetapi kebanyakan kita lalai memanfaatkan waktu yang telah di berikan  Allah SWT secara percuma. 

Pada TAZKIRAH hari  ini, USM ingin  membincangkan sedikit   mengenai pentingnya menjaga waktu. Semoga dengan merenungkan hal yang demikian,  kita dapat menjadi insan yang  lebih baik dan tidak menjadi orang yang menyia-nyiakan waktu.

Adapun perkara  yang perlu kita ketahui mengenai waktu  tersebut dalam kehidupan  seorang  muslim adalah:

1. Bahawa Hidup Manusia Itu Seperti Hari-hari Yang di Gunakannya. 

Imam Hasan Al-Bashri mengatakan:

يابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك.

Ertinya:
“Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan dari hari-hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebahagian dirimu (umur dan nyawamu).” (Hilyatul Awliya’, 2/148).

2. Waktu Pasti Akan Berlalu, Maka Beramallah Untuk  Bekalan Hidup di Akhirat Kelak.

Ja’far bin Sulaiman berkata bahawa dia mendengar Rabi’ah menasehati Sufyan Ats Tsauri:

إنما أنت أيام معدودة، فإذا ذهب يوم ذهب بعضك، ويوشك إذا ذهب البعض أن يذهب الكل وأنت تعلم، فاعمل.

Ertinya:
“Sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari. Jika satu hari berlalu, maka sebagian dirimu juga akan hilang. Bahkan hampir-hampir sebagian harimu berlalu, lalu hilanglah seluruh dirimu (baca: mati) sedangkan engkau mengetahuinya. Oleh karena itu, beramallah (untuk bekal akhirat nanti).” (Kitab Shifatush Shofwah, 1/405).

3. Waktu Itu Bagaikan Pedang.

Imam Asy Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan:

صحبت الصوفية فلم أستفد منهم سوى حرفين أحدهما قولهم الوقت سيف فإن لم تقطعه قطعك

Ertinya:
“Aku pernah bersama dengan orang-orang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua perkara. Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.”Jika Tidak Tersibukkan dengan Kebaikan, Pasti akan Terjatuh pada Perkara yang Sia-sia.

Imam Asy Syafi’i berkata, “Kemudian orang sufi tersebut menyebutkan perkataan lain:

ونفسك إن أشغلتها بالحق وإلا اشتغلتك بالباطل.

Ertinya:
Jika dirimu tidak di sibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan di sibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).”
(Kitab Al Jawabul Kafi, 109, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)

5. Waktu Berlalu Begitu Cepatnya.

Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan: 
“Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi, penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab yang pedih. 

Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berjalannya awan (mendung). Barangsiapa yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah pada Allah SWT, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya. 

Selain dari pada itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun ianya hanya di anggap seperti kehidupan binatang ternak.”

Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an  Surah Al-Araf, ayat 179:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ.

Ertinya:
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah SWT) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah SWT), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat AllahSWT). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai". (QS. Al-Araf : 179).

Ibnul Qoyyim mengatakan perkataan selanjutnya yang sangat menyentuh qolbu:
 “Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekedar memperturutkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan dengan perkara yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan (baca: perkara yang sia-sia), maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya" (Kitab Jawabul Kafi, 109).

Wahai saudaraku sekalian,
Janganlah Sia-siakan umurmu dan Waktu mudamu Selain untuk Mengingat Allah SWT serta melakukan perkara-perkara yang  positif sebagai  bekalan untuk  kehidupan akhiratmu. 

Janganlah Sia-siakan Waktumu untuk bersosial, face book, membaca whatsApp, telegram, instagram serta perkara-perkara lain yang bersifat melalaikan hidupmu.

Ya Allah, mudahkanlah kami sebagai hamba-Mu untuk memanfaatkan waktu ini dalam ketaatan, dan dijauhkan kami dari perbuatan yang melalaian serta  melakukan perkara dosa dan kemungkaran. Mudah-Mudahan taufik dan hidayah-Mu sentiasa mengiringi setiap langkah dan helaan nafas kami. Aamiinn Yaa Robbal 'Aalamiin !!!!!

Wallahu A'lam. 
Doakan istiqamah serta Sehat wal Afiat. 
Wassalam USM. (Ustaz Sihabuddin Muhaemin).

Catatan:
ILMU ITU HANYA MILIK ALLAH SWT UNTUK DISEBARKAN. 
SILA KONGSIKAN DENGAN SESAMA SAUDARA. 
Mudah-Mudahan bermanfaat Untuk Semua.
Di Dunia Dan Di Akhirat Nanti. Insya-Allah. Aamiinn !!!!!

Kritik Dan Saran Yang Membina Sangat Dialu-alukan. 
Sila tlp/sms kami, USM (012-6653988). 
Atau layari laman facebook:
http://www.facebook.com:
USM - Sihabuddin Muhaemin.

TERIMA KASIH.  
(Shah Alam, Isnin 9 Dzulkaedah  1436 H).