5 PERKARA YANG MEROSAKKAN KEJUJURAN DALAM PEKERJAAN

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم 

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين و على آله وصحبه اجمعين. أما بعد:

TAZKIRAH HARI INI UNTUK RENUNGAN BERSAMA.   
(Shah Alam, Jumaat 24 April 2015).

5 PERKARA YANG MEROSAKKAN KEJUJURAN DALAM PEKERJAAN. 

Perkataan jujur sama maknanya dengan “ash-shidqu” atau “shiddiq” yang berarti nyata, benar, atau berkata benar. Lawan kata ini adalah dusta, atau dalam bahasa Arab ”al-kadzibu”. 

Menurut istilah, jujur atau ash-shidqu bermakna:

(1) kesesuaian antara ucapan dan perbuatan;
(2) kesesuaian antara informasi dan kenyataan;
(3) ketegasan dan kemantapan hati; dan
(4) sesuatu yang baik yang tidak dicampuri dengan kedustaan.

Al-Gazali membagi sifat jujur atau benar (shiddiq) sebagai berikut.

A. Jujur dalam niat atau berkehendak.

Maksudnya adalah tiada dorongan bagi seseorang dalam segala tindakan dan gerakannya selain karena dorongan yang datang dari Allah SWT. 

B. Jujur dalam perkataan (lisan).

Iaitu sesuainya berita yang diterima dengan berita yang disampaikan. Setiap orang harus bisa memelihara perkataannya. Ia tidak berkata kecuali kata-kata yang jujur. 

Barangsiapa yang menjaga lidahnya dengan selalu menyampaikan berita yang sesuai dengan fakta yang sebenarnya, ia termasuk jujur jenis ini. Menepati janji juga termasuk jujur jenis ini.

C. Jujur dalam perbuatan/amaliah.

Iaitu beramal dengan sungguh-sungguh sehingga perbuatan akhirnya tidak menunjukkan sesuatu yang ada dalam batinnya dan menjadi tabiat bagi dirinya.

Kejujuran merupakan pondasi utama atas tegaknya nilai-nilai kebenaran karena jujur itu identik dengan kebenaran. 

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahzab, ayat 70:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Ertinya:
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,
(Q.S. Al-Ahzab : 70) 

Orang yang beriman perkataannya harus sesuai dengan perbuatannya (jujur) karena sangat berdosa besar bagi orang-orang yang tidak mampu menyesuaikan perkataannya dengan perbuatan, atau berbeda apa yang di lidah dan apa yang diperbuat. 

Allah SWT. berfirman dalam Surah As-Saff, ayat 2:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan.” (Q.S. ash-Shaff : 2)

Pesan moral dari ayat tersebut tidak lain adalah untuk memerintahkan satunya perkataan dengan perbuatan, atau dengan kata lain berkata dan berbuat jujur. 

Dosa besar di sisi Allah Swt., jika mengucapkan sesuatu yang tidak disertai dengan perbuatannya. Perilaku jujur dapat menghantarkan manusia yang melakukannya menuju kesuksesan dunia dan akhirat. Bahkan, sifat jujur adalah sifat yang wajib dimiliki oleh setiap Nabi. 

Jujur merupakan sikap yang tulus dalam melaksanakan sesuatu yang diamanahkan, baik itu berupa harta maupun tanggung jawab. Orang yang melaksanakan amanah disebut al-Amin, yakni orang yang terpercaya, jujur, dan setia. Dinamakan al-Amin karena segala sesuatu yang diamanatkan kepadanya menjadi aman dan terjamin dari segala bentuk gangguan, baik gangguan yang datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain. 

Kejujuran merupakan bagian dari sifat positif manusia. Kejujuran adalah bagian dari harga diri yang harus dijaga karena ianya  bernilai tinggi. Jujur itu mahal harganya, orang yang merosak kejujuran  akibatnya berat dan berlangsung lama. 

Dua eleman kejuiuran ini saling keterkaitan.  
Ketika ucapan tak sesuai dengan kenyataan, hati menjadi risau karena ucapan dirasa tak jujur. 

Jujur memang indah, sikap jujur membuat hidup kita lebih tentram tanpa ada tekanan dari luar maupun dari batin kita sendiri. 

Kejujuran dan Kepercayaan  merupakan pangkal dari kepercayaan, yang menilai Anda jujur adalah Allah SWT dan orang-orang di sekitar Anda. Sedangkan kepercayaan adalah efek positis dari sikap jujur. 

Namun ada segelintir manusia yang melakukan tindakan yang Merosakkan Kejujuran.  

Berikut ini merupakan contoh-contoh perbuatan yang melanggar  kejujuran, nilai-nilai moral dan agama yang harus dihindari siapa sahaja yang mengaku dirinya beragama dan bermasyarakat.

1. Mencuri. 

Mencuri atau mengambil barang yang bukan hak kita, merupakan tindakan melanggar norma kejujuran. 

Pemilik barang yang sah pasti merasa terpukul karena kehilangan barang kesayangannya. Mungkin barang yang berharga memiliki nilai sejarah tersendiri bagi pemiliknya. Manusia biasa pun bisa tergoda ingin mencuri ketika ada kesempatan dan kelemahan iman.

2. Bohong. 

Berbohong adalah salah satu perosak nilai kejujuran. Bohong boleh  terjadi karena faktor lingkungan yang mempengaruhi anak untuk berbohong. 

Sekali berbohong dia akan berbohong kedua kali untuk menutup kebohonganya yang pertama. Dan terus berbohong untuk menutupi kebohongan tersebut.

3. Menipu 

Menipu merupakan kegiatan untuk merekayasa fakta yang sebenarnya. Apapun alasannya, tindakan penipuan merupakan perkara yang bertolak belakang dengan  kejujuran dan agama. 

4. Korupsi. 

Salah satu tindakan illegal yang melanggar kejujuran antara lain adalah korupsi. Istilah melayu nya rasuah. Korupsi atau rasuah adalah penyakit kronik yang wajib di hapuskan. 

5. Ingkar janji. 

Janji adalah hutang dan hutang itu wajib dibayar. Demikian juga dengan janji yang wajib di tepati. Karena setiap janji yang dikeluarkan dari mulut, didengar oleh Allah SWT dan disaksikan oleh malaikat. 

Orang yang selalu ingkar janji disebut juga pembohong, memang mudah menabur janji, tapi ketika menepati janji bukanlah perkara mudah, inilah yang selalu terjadi pada setiap orang yang berjanji.  


YA Allah jauhkan kami dari perbuatan Bohong yang akan mwnghancurkan hidup kami. Jadikan kami hamba yang jujur.  dari sikap Aamiinn Yaa Robbal 'Aalamiin !!!!!

Wallahu A'lam. 
Doakan istiqamah serta Sehat wal Afiat. 
Wassalam USM. (Ustaz Sihabuddin Muhaemin).

Catatan:
ILMU ITU MILIK ALLAH SWT UNTUK DISEBARKAN. 
Sila KONGSIKAN Dengan Sesama SAUDARA  KITA. 
Mudah-Mudahan bermanfaat Untuk Semua.
Di Dunia Dan Di Akhirat Nanti. Insya-Allah. Aamiinn !!!!!

Kritik Dan Saran Yang Membina Sangat Dialu-alukan. 
Sila tlp/sms kami, USM (012-6653988). 
Atau layari laman facebook:
http://www.facebook.com:
USM - Sihabuddin Muhaemin.

TERIMA KASIH.  
(Shah Alam, Jumaat 5 Rejab 1436 H).