3 CIRI UTAMA ORANG YANG IKHLAS

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم 

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين و على آله وصحبه اجمعين. أما بعد:

TAZKIRAH HARI INI UNTUK RENUNGAN BERSAMA.   
(Aceh Darussalam, Sabtu 14  Mac  2015).

3 CIRI UTAMA ORANG YANG IKHLAS. 

Ikhlas Bagi seorang insan adalah ketika ia mengarahkan seluruh hatinya, perkataannya, perbuatannya, dan jihadnya hanya untuk Allah SWT semata-mata, mengharap ridha-Nya, dan kebaikan pahala-Nya tanpa melihat pada kekayaan dunia, penampilan, kedudukan, gelaran dan lainnya yang bersifat duniawi. 

Dengan demikian, orang yang ikhlas akan  menjadikan segalanya hanya untuk Allah semata-mata. Allah SWT berfirman dalam surah Al-An’am, ayat 162:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Ertinya:
"Katakanlah: "Sesungguhnya sembahyangku dan ibadatku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk Allah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam".

Manusia yang memiliki karakter yang ikhlas slogan hidupnya adalah ‘Allahu Ghayaatunaa‘, Allah lah tujuan kami, dalam segala aktiviti hidupnya.

Pada TAZKIRAH hari ini,  USM ingin berkongsi sedikit tentang sikap orang yang ikhlas. Adapun  sikap Yang Ikhlas dapat kita lihat melalui ciri-ciri sebagai berikut:

1. Senantiasa Beramal Dengan Bersungguh-sungguh.

Orang yang ikhlas dalam beramal, akan melakukan amalan tersebut dengan bersungguh-sungguh baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak, baik ada pujian ataupun celaan. 

Ali bin Abi Thalib r.a. berkata, “Orang yang riya memiliki beberapa ciri: "malas jika sendirian dan rajin jika di hadapan banyak orang. Semakin bergairah dalam beramal jika dipuji dan semakin berkurang jika dicela.”

Untuk mengetahui hamba yang ikhlas, Perjalanan waktulah yang akan menentukan seorang itu ikhlas atau tidaknya dalam beramal. Dengan melalui berbagai macam ujian dan cobaan, baik yang suka maupun duka, seorang akan terlihat kualiti keikhlasannya dalam beribadah, beramal sholeh, berdakwah, dan berjihad serta perkara-perkara positif yang lainnya. .

Al-Qur’an telah menjelaskan sifat orang-orang beriman yang ikhlas dan sifat orang-orang munafik, membuka topeng dan kebusukan orang-orang munafik dengan berbagai macam ciri dan sifatnya. 

Di antaranya disebutkan dalam firman Allah SWT dalam surat At-Taubah ayat 44-45:

  لَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَن يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالْمُتَّقِين ( 44)َ

إِنَّمَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَارْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ فَهُمْ فِي رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُون (45)َ

Ertinya:
(44)“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa".
(45) "Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.”

2. Terjaga Dari Segala Yang Diharamkan Allah SWT, Baik Dalam Keadaan Bersama Manusia Atau Bersendirian.

Orang-orang yang ikhlas dapat menjaga dirinya dari perkara yang diharamkan,  samada ketika bersama-sama dengan manusia atau ketika bersendirian. 

Disebutkan dalam satu riwayat hadits, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda: 

“Aku beritahukan bahwa ada suatu kaum dari umatku datang di hari kiamat dengan kebaikan seperti Gunung Tihamah yang putih, tetapi Allah SWT menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan. Mereka adalah saudara-saudara kamu, dan kulitnya sama dengan kamu, melakukan ibadah malam seperti kamu. Tetapi mereka adalah kaum yang jika sendirian, mereka suka melanggar yang diharamkan Allah SWT.” (HR Ibnu Majah).

Tujuan yang hendak dicapai orang yang ikhlas adalah ridha Allah SWT, bukan ridha manusia. Sehingga, mereka senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal sholeh, baik dalam keadaan bersendirian ataupun dilihat oleh orang ramai, bagi orang yang ikhlas dilihat orang atau tidak, mendapat pujian atau celaan adalah sama. Karena mereka yakin Allah Maha melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun yang dilakukan oleh manusia.

3. Merasa Gembira Jika Kebaikannya Dapat Di Kongsikan Dengan Orang Lain. 

Orang yang berjiwa ikhlas akan merasa suka dan senang hati jika kebaikannya dapat terealisasi di tangan orang lain atau saudaranya,  sebagaimana dia juga merasa senang hati jika kebaikan tersebut dapat terlaksana di tangannya.

Orang-orang yang ikhlas akan menyadari kelemahan dan kekurangan dirinya. Melakukan amalannya hanya untuk kemuliaan Islam dan umat Islam, bukan untuk meraih populariti diri dan membesarkan diri atau kelompoknya semata-mata.

Ya Allah terimalah amalan yang jauh dari kesempurnaan.   jadikan amalan kami sebagai amalan yang ikhlas san yang terbaik dalam hidup kami , jauhkan diri kami dari amalan yang riya' dan sombong. Mudah-Mudahan ianya menjadi amalan sholeh bagi kami, sebagai bekal untuk menghadap-Mu nanti pada hari kiamat. Aamiinn Yaa Robbal 'Aalamiin !!!!!

Wallahu A'lam. 
Doakan istiqamah serta Sehat wal Afiat. 
Wassalam USM. (Ustaz Sihabuddin Muhaemin).

Catatan:
ILMU ITU MILIK ALLAH SWT UNTUK DISEBARKAN. 
Sila KONGSIKAN Dengan Sesama SAUDARA  KITA. 
Mudah-Mudahan bermanfaat Untuk Semua.
Di Dunia Dan Di Akhirat Nanti. Insya-Allah. Aamiinn !!!!!

Kritik Dan Saran Yang Membina Sangat Dialu-alukan. 
Sila tlp/sms kami, USM (012-6653988). 
Atau layari laman facebook:
http://www.facebook.com: 
USM - Sihabuddin Muhaemin.

TERIMA KASIH.  
(Aceh Darussalam,  Sabtu 23 Jamadil awal 1436 H).