10 CIRI PRIBADI SEORANG MUSLIM.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم 

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين و على آله وصحبه اجمعين. أما بعد:

TAZKIRAH HARI INI UNTUK RENUNGAN BERSAMA.   
(Shah Alam , Jumaat 27 Mac 2015).
 
10 CIRI PRIBADI SEORANG  MUSLIM. 

Kebaikan seorang manusia dalam Islam itu terletak kepada kepribadiannya. Islam sebagai agama Samawi (langit) menjadikan akhlak seseorang sebagian ukuran dalam menilai pribadi individu.

Allah SWT mengutus Rasulullah SAW adalah untuk menyempurnakan akhlak dan pribadi manusia. Sebagai mana sabda Rasulullah SAW dalam satu riwayat hadith:

إنما بعثت ﻷتمم مكارم الأخلاق. 

Ertinya:
"Sesungguhnya aku diutus (oleh Allah SWT) untuk menyempurnakan akhlak yang mulia". (HR. Baihaqi).

Oleh kerana itu keselamatan manusia dalam hidupnya,  hendaklah berpandukan kepada jalan yang diajarkan dalam Islam itu sendiri. 

Allah SWT berfirman dalam al-Qur'an  Surah Al-Ana'am, ayat 153:

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Ertinya"
Dan bahawa sesungguhnya inilah jalan-Ku (agama Islam) yang lurus, maka hendaklah kamu mengikutinya; dan janganlah kamu mengikuti  jalan-jalan (yang lain dari Islam), kerana jalan-jalan (yang lain itu) mencerai-beraikan kamu dari jalan Allah SWT, Dengan yang demikian itulah Allah SWT perintahkan kamu, agar kamu bertakwa".

Oleh karena itu untuk memiliki kesempurnaan pribadi, seorang Muslim wajib memiliki ciri ciri sebagai berikut:

1. Salimul Aqidah (aqidahnya bersih).

Akidah adalah asas dari amal. Amal-amal yang baik dan diridhai Allah SWT lahir dari aqidah yang bersih. Dari sini akan lahir pribadi-pribadi yang memiliki jiwa merdeka, keberanian yang tinggi, dan ketenangan. Sebab, tak ada ikatan dunia yang mampu membelenggunya, kecuali hanya ikatan kepada Allah SWT. 

Seorang  muslim yang baik akan selalu menjaga kemurnian aqidahnya dengan memperhatikan amalan-amalan yang dapat menjauhkan keimanan dan mendatangkan kemusyrikan. Sebaliknya, selalu berusaha melakukan amalan-amalan yang senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Sentiasa bertaqorrub (menjalin hubungan) dengan Allah SWT, ikhlas dalam setiap amal, mengingat hari akhir dan bersiap diri menghadapinya, melaksanakan ibadah wajib dan sunnah, dzikrullah di setiap waktu dan keadaan, menjauhi praktik yang membawa pada kemusyrikan.

2. Shahihul Ibadah (Ibadah Yang Benar).

Ibadah, wajib dan sunnah, merupakan sarana komunikasi seorang hamba dengan Allah SWT. Kedekatan seorang hamba ditentukan oleh pelaksanaan ibadahnya. Ibadah menjadi salah satu pintu masuk kemenangan dakwah. Sebab, ibadah yang dilakukan dengan ihsan akan mendatangkan kecintaan Allah SWT. Dan kecintaan Allah SWT akan mendatangkan pertolongan dari Allah SWT.

Menjaga kesucian jiwa, berada dalam keadaan berwudhu di setiap keadaan, khusyu dalam shalat, menjaga waktu-waktu shalat, biasakan shalat berjamaah di masjid, laksanakan shalat sunnah, tilawah al-Qur’an dengan bacaan yang baik, puasa Ramadhan, laksanakan haji jika ada kemampuan. 

3. Ahsanul Khuluq (Akhlaq Yang Baik).

Seorang muslim wajib ber-iltizam dengan akhlaq islam. Sekaligus memberikan gambaran yang benar dan menjadi qudwah (teladan) dalam berperilaku. Kesalahan khuluqiyah pada seorang muslim akan berakibat terhadap keberhasilan dakwah islam itu sendiri.

Akhlak yqng baik itu dapat dimihat dari sikap, tidak takabur, tidak dusta, tidak menghina orang lain,  dan merendahkan orang lain, memenuhi janji menghindari hal yang sia-sia, pemberani, memuliakan tetangga. Bersungguh-sungguh dalam bekerja, menjenguk orang sakit, sedkit bercanda, tawadhu tanpa merendahkan diri dan lain.

4. Qadirul ’Alal Kasb (Mampu Untuk Berusaha).

Kita mengenal prinsip dalam bekerja yang berbunyi ”shunduquna juyubuna (sumber keuangan kita, datang dari poket kita sendiri)”. Yang berarti setiap muslim harus menyadari bahwa dalam hidup memerlukan pengorbanan harta. 

Menjauhi sumber penghasilan haram, menjauhi riba, membayar zakat, menyimpan meski sedikit, tidak menunda hak dalam melaksanakan hak orang lain, bekerja dan berpenghasilan, mengutamakan produk umat Islam, tidak membelanjakan harta kepada perkara yang membazir. Dan lain sebagainya

5. Mutsaqaful Fiqr (Pola Fikir Yang Intelek).

Intelektual seorang muslim menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dakwah dalam islam.  Sejarah para nabi juga memperlihatkan hal itu. Kita melihat bagaimana ketinggian intelektualitas Nabi Ibrahim, dengan bimbingan wahyu, mampu mematahkan hujjah Namrud. Begitu pula kecerdasan Rasulullah SAW dalam mengemban amanah dakwahnya, sehingga ia digelar sebagai insan yang Fathonah (orang yang cerdas).

Intelektual yang dimaksudkan dalq hal ini adalah  Baik dalam membaca dan menulis, menguasai hal-hal tertentu dalam masalah fiqih, memahami Islam dengan mendalam, memahami dan mengetahui problem masyarakat, Berfikiran yang kehadapan. 

6. Qawiyul Jism (Fizikal Yang Kuat).

Kekuatan ruhiyah dan fikriyah sahaja tidak cukup untuk mengemban amanah itu. Harus disokong oleh kekuatan fizikal yang sempurna.  Sejumlah keterangan dalam al-Qur’an dan Hadits menjelaskan betapa pentingnya aspek ini.

Bersih pakaian, badan dan tempat tinggal, menjaga adab makan dan minum sesuai dengan sunnah, bersukan, bangun sebelum fajar, tidak merokok, selektif dalam memilih produk makanan, hindari makanan/minuman yang menimbulkan ketagihan, puasa sunnah, memeriksakan kesehatan dan lain sebagainya.

7. Mujahidu Linafsihi ( Berusaha Bersungguh-Sungguh).

Bersungguh-sungguh adalah salah satu ciri orang mukmin. Tak ada keberhasilan yang diperoleh tanpa kesungguhan. Kesadaran bahwa kehidupan manusia di dunia ini sangat singkat, dan kehidupan abadi adalah kehidupan akhirat, akan melahirkan kesungguhan dalam menjalani kehidupan.

Menjauhi segala yang haram, menjauhi tempet-tempat maksiat, memerangi dorongan nafsu, selalu menyertakan niat jihad, menyumbangkan harta untuk amal islami, menyesuaikan perkataan dengan perbuatan, memenuhi janji, sabar, berani menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

8. Munazham Fi Syu’unihi (Teratur Dalam Semua Urusan).

Seorang muslim harus mampu membangun disiplin dalam kehidupan pribadi dan keluarga serta masyarakat agar mampu menghadapi persoalan umat yang rumit dan kompleks.

Memperbaiki penampilan, jadikan shalat sebagai cara untuk mendisiplinkan waktu, teratur di dalam rumah dan tempat kerjanya, disiplin dalam bekerja, memprogram semua urusan, berpikir secara ilmiah untuk memecahkan persoalan, tepat waktu dan teratur.

9. Haritsun ’Ala Waqtihi (Efisien Menjaga Waktu).

Untuk menggambarkan betapa pentingnya waktu, ada pepatah mengatakan ”waktu ibarat pedang”. Bila tak mampu dimanfaatkan maka pedang waktu akan menebas leher kita sendiri. Seorang muslim harus mampu seefektif mungkin memanfaatkan waktu yang terus bergerak. Tak  ada waktu yang terbuang percuma.

Bangun pagi, menghabiskan waktu untuk belajar, mempersingkat semua urusan. Mengisi waktu dengan hal-hal yang bermanfaat, tidak tidur setelah fajar dan lain sebagainya.

10. Nafi’un Lighairihi (Berguna Kepada Orang Lain).

Kehidupan seorang mukmin itu diibaratkan seperti lebah yang akan memberi manfaat pada lingkungan sekitarnya.   memberi manfaat pada setiap ucapannya, dan pergerakannya akan menjadi teladan bagi sekitarnya.

Melaksanakan hak orang tua, ikut berpartisipasi dalam kegembiraan, membantu yang memerlukan,  komitmen dengan adab Islam di dalam rumah, melaksanakan hak-hak pasangannya (suami-istri), melaksanakan hak-hak anak orang lain. Dan lain sebagainya. 

Ya Allah jadikan kami hamba-Mu yang terbaik kepada diri dan sesama. Kuatkan iman dan pendirian kami ya Allah dalam menghadapi cabaran hidup ini. Mudah-Mudahan hidup kami beroleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat.  Aamiinn Yaa Robbal 'Aalamiin !!!!!

Wallahu A'lam. 
Doakan istiqamah serta Sehat wal Afiat. 
Wassalam USM. (Ustaz Sihabuddin Muhaemin).

Catatan:
ILMU ITU MILIK ALLAH SWT UNTUK DISEBARKAN. 
Sila KONGSIKAN Dengan Sesama SAUDARA  KITA. 
Mudah-Mudahan bermanfaat Untuk Semua.
Di Dunia Dan Di Akhirat Nanti. Insya-Allah. Aamiinn !!!!!

Kritik Dan Saran Yang Membina Sangat Dialu-alukan. 
Sila tlp/sms kami, USM (012-6653988). 
Atau layari laman facebook:
http://www.facebook.com:
USM - Sihabuddin Muhaemin.

TERIMA KASIH.  
(Shah Alam, Jumaat 6 Jamadil Akhir 1436 H).