10 FITNAH AGAMA DI ALAM MAYA

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم 

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين و على آله وصحبه اجمعين. أما بعد:

TAZKIRAH HARI INI UNTUK RENUNGAN BERSAMA.   
(Shah Alam, Isnin 25 Mei 2015).

10 FITNAH  AGAMA DI ALAM MAYA. 

Media sosial seperti Facebook dan media sosial lainnya sudah menjadi keperluan asas bagi sebagian orang dalam hidup mereka. 

Bagi mereka sehari saja tidak membuka facebook seakan-akan ada yang kurang  dalam kehidupan. Syukur Alhamdulillah jika kita bijak menggunakan media sosial tersebut, maka facebook dan media sosial lainnya,  dapat memberi manfaat bagi agama dan masyarakat.

Pada tazkirah hari ini, terdapat 10 fitnah dan ujian agama yang kerap terjadi bagi pengguna media sosial, seperti Facebook.  WhatsApp,  Telegram dan lainya. 

Diantara Fitnah yang berlaku dalam media sosial tersebut diantaranya:

1. Fitnah pergaulan antara lawan jenis di facebook dan dunia maya.

Bagi mereka yang peduli dengan batasan syari'at maka mereka akan patuh dengan aturan syariat iaitu membatasi dan meminimalkan interaksi lawan jenis yang bukan muhrim. 

Mereka berinteraksi jika ada keperluan yang mendesak sahaja. Di dunia nyata mungkin mereka akan malu dan tidak berani akan tetapi di dunia maya lebih mudah dan lebih berani.

Rasulullah SAW bersabda:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Tidaklah aku tinggalkan sepeninggalku fitnah (cobaan) yang lebih .” (HR. Bukhari dan Muslim).

2.Fitnah gambar dan pandangan Di facebok dan dunia maya.

Gambar-gambar di alam maya dengan begitu mudahnya didapati dan terlihat dengan jelas. Pandangan tersebut akan menimbulkan syahwat dan melemahkan hati dan iman seseorang.  

Misalnya di facebook ada gambar-gambar para wanita atau akhwat yang menampakkan gambar mereka (Sama ada original atau sudah diedit), bagi laki-laki yang imannya lemah, mereka dengan mudah menikmati gambar-gambar tersebut.

Bagi yang sudah mempunyai istri maka mereka akan membanding-bandingkan sehingga tidak qanaah dan bersyukur dengan apa yang ada pada istri mereka bahkan rasa sayang boleh berubah menjadi sikap kasar.

Bahaya pandangan yang haram sudah diingatkan oleh syariat dan sememangnya jika terkena hanya kenikmataan sesaat yang berujung penyesalan dan ketidak tenangan hati bagi mereka yang berjiwa hanif.

Rasulullah SAW berkata kepada Ali:

يَا عَلِىُّ لاَ تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ فَإِنَّ لَكَ الأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الآخِرَةُ

Ertinya:
“Wahai `Ali, Janganlah kamu ikuti pandangan (pertama) itu dengan pandangan (berikutnya). Pandangan (pertama) itu boleh buat kamu, tapi tidak dengan pandangan selanjutnya.” (HR. Abu Daud). 

3.Tidak amanah ilmiah.
 
Facebook dan media sosial lainnya di menjadi sarana berlomba-lomba dalam menyebarkan kebaikan. Ada yang selalu share status nasihat dan share note. Akan tetapi terkadang amanah ilmiah kurang diperhatikan dalam hal ini. 

Orang yang berilmu agama karena ingin dipuji manusia hukumannya keras di akhirat dan termasuk orang yang  pertama diadili kemudian dicampakkan ke dalam api neraka.

Dari Abi Hurairah Radhiallahu ‘anhu, ia berkata,

قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ يَقُوْلُ : إِنَّ اَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ …وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأََ اْلقُرْآنَ فَأُُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَعَهَا, قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيْهَا؟ قَالَ: تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيْكَ اْلقُرْآنَ, قَالَ:كَذَبْتَ, وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ: عَالِمٌ وَقَرَأْتَ اْلقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِىءٌٌ ، فَقَدْ قِيْلَ ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى اُلْقِيَ فيِ النَّارِ,

“Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah SWT serta membaca al Qur`an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya. Kemudian Allah SWT menanyakannya: ‘Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?’ Ia menjawab: ‘Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, serta aku membaca al-Qur`an hanyalah karena engkau. dan engkau membaca al-Qur`an supaya dikatakan (sebagai) seorang qari’ (pembaca al Qur`an yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka. “ (HR. Muslim).

4. Banyaknya lahir ustadz express

Media sosial akan  banyak melahirkan ustaz instant Karena mereka berkata-kata tentang agama atas nama Allah SWT tanpa di dasarkan ke atas Ilmu ya6nv dimilikinya,  yang ianya merupakan dosa besar bahkan dosa di atas kejahilannya. 

Allah SWT berfirman dalam surah  al-A’raf ayat 33:

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Ertinya:
“Katakanlah, “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan  (QS. Al-A’raf : 33)

5. Media sosial selalu dijadikan tempat berbalah dan berdebat.  

Jika ianya terjadi pada kita, sebaiknya hal ini dihindari dan langsung menutup diri atau keluar sahaja jika ada yang memulakan untuk mengajak berbalah. 

Karena sebagai seorang muslim niat kita dalwm menggunakan  media sosial pada asalnya adalah untuk menasehati dengan cara yang baik. Bukan untuk berbalah.

Jika diterima Alhamdulillah, jika tidak diterima maka ia masih saudara kita seagama yang berhak mendapatkan hak-hak persaudaraan bukan langsung dianggap musuh dan tiada benar bahkan menganggapnya sebagai Kafir.

Hal ini sudah peringatkan oleh Rasulullah SAW, beliau bersabda:

مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوْا عَلَيْهِ إِلاَّ أُوْتُوْا الْجَدَلَ، ثُمَّ قَرَأَ : مَا ضَرَبُوْهُ لَكَ إِلاَّ جَدَلاً

Ertinya:
“kemudian beliau membaca (ayat) “Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Imam Asy-Syafi rahimahullah berkata,

الْمِرَاءُ فِي الْعِلْمِ يُقَسِّي الْقُلُوبَ وَيُوَرِّثُ الضَّغَائِنَ .

“Berdebat dalam ilmu akan membuat keras hati dan mewariskan dendam.” 

6. Facebook dan media sosial akan banyak membuang-buang waktu dalam hidup.

 Mungkin gambaran membuang-buang waktu tersebut seperti di bawah ini:

-Setelah sholat subuh terus buka laptop kemudian login, membuka-buka status yang sudah di update tadi malam (padahal statusnya kurang bermanfaat, atau main-main)

-Kemudian di tempat kerja, ada waktu istirahat sedikit, langsung buka facebook, update status saat kerja, terkadang status mengeluh dengan pekerjaan, membicarakan atasan, membicarakan hal-hal yang kurang penting

-waktu petang hari setelah rehat juga terus buka facebook lagi, mencari-cari berita terbaru dari link-link yang ada, awalnya berniat membuka link-link bermanfaat, akan tetapi ada juga yang friend yang menaruh link kurang bermanfaat, rasa penasaran muncul akhirnya sibuk dengan hal yang kurang bermanfaat. 

Atau akhirnya terlalu sibuk mengikuti perkembangan politik dan artis. “kes ini, , kes itu, skandal ini, skandal itu”. Hanya sekadar ingin tahu tetapi terkadang kita terjerumus rasa tak puas hati yang akhirnya terlalu mengikuti dan melalaikan. 

Padahal jika mendengar isu tersebut kebanyakan kita sakit hati dengan kes korupsi, ketidak adilan hukum dan tindakan kriminal yang telalu bebas disiarkan.

- waktu magribnya juga terkadang ada sahaja yang hendak update status Facebook. 

-kemudian ba’da isya menjelang tidur, buka lagi facebook mencurahkan  isi hati, kejadian dan pengalaman selama sehari.

Terkadang status yang dapat menghapus pahala kita karena riya’, seperti kita sudah melakukan ibadah ini dan itu, baru selesai berbuka puasa sunnah dan lain-lainnya.

Jika seperti ini, kita menjadi malas menuntut ilmu, berdakwah, waktu untuk keluarga, bersosialisasi dengan masyarakat dan beramal sholeh. 

Memang berniat menuntut ilmu di dunia maya, tetapi menuntut ilmu di dunia nyata waktunya harus lebih banyak, jelas berbeda keutamaannya menghadiri majelis ilmu. Memang berniat berdakwah d idunia maya, tetapi  berdakwah d idunia nyata porsinya harus lebih besar, kepada orang tua, kerabat dan lain-lain.

Hal ini buang-buang waktu, padahal waktu sangat berharga.

Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ

“Dua kenikmatan yang sering dilalaikan oleh sebagian besar manusia yaitu nikmat sehat ”. (HR. Bukhari).

Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata,

ﻣﺎ ﻧﺪﻣﺖ ﻋﻠﻰ ﺷﻲﺀ ﻧﺪﻣﻲ ﻋﻠﻰ ﻳﻮﻡ ﻏﺮﺑﺖ ﴰﺴﻪ ﻧﻘﺺ ﻓﻴﻪ ﺃﺟﻠﻲ ﻭﱂ ﻳﺰﺩ ﻓﻴﻪ ﻋﻤﻠﻲ.

“Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata,

أدركت أقواما كان أحدهم أشح على عمره منه على درهمه

“aku menjumpai beberapa kaum, salah satu dari mereka dari pada dirham (harta) mereka” 

 7. Media sosial akan melambatkan falam mengerjakan shalat berjamaah.

sibuk facebook Inilah fitnah facebook, keasyikan bermain-main dan membuat lupa dan lalai untuk shalat.

Selalu meninggalkan shalat berjamaah di masjid padahal adzan bahkan iqamat telah dikumandangakn. Begitu besar godaan setan untuk menggoda, padahal shalat adalah tiang agama dan amalan yang pertama kali dihisab, jika baik maka baiklah seluruh amalnya dan sebaliknya. begitu besar juga keutamaan bersegera ke masjid.

Nabi SAW bersabda:                                                               

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِى النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِى التَّهْجِيرِ لاَسْتَبَقُوا إِلَيْهِ

“Jikalau orang-orang mengetahui apa yang ada di dalam mengumandangkan adzan dan shaf pertama (berupa pahala), (HR. Bukhari).

Waki’ bin Al-Jarrah rahimahullahu Berkata:

قَالَ وَكِيْعُ بنُ الجَرَّاحِ: كَانَ الأَعْمَشُ قَرِيْباً مِنْ سَبْعِيْنَ سَنَةً لَمْ تَفُتْهُ التَّكْبِيْرَةُ الأُوْلَى.

“Al-A’masy  ketika mendekati umur 70 tahun namun tidak pernah tertinggal takbir pertama [takbiratul ihram shalat berjamaah].” 

Muhammad bin Sama’ah rahimahullahu berkata:

عن محمد بن سماعه قال مكثت أربعين سنة لم تفتني التكبيرة الأولى إلا يوما واحدا ماتت فيه أمي ففاتتني صلاة واحدة في جماعة فقمت فصليت خمسا وعشرين صلاة أريد بذلك التضعيف

“Saya tinggal selama 40 tahun tidak pernah luput dari takbir pertama melainkan satu hari saja yaitu hari ketika Ibuku meninggal maka luput dari saya satu shalat berjamaah, kemudian saya shalat sebanyak 25 kali karena menginginkan dilipatgandakan [pahala]…”

8 . Media sosial merupakan Tempat berta’aruf yang tidak syar’i. 

Dunia  maya adalah jalan yang paling mudah bagi mereka untuk mencari pasangan yang tidak pada jalur yang tepat. Atau dimanfaatkan bagi mereka yang sekedar ingin bermain “bara api cinta” padahal tidak ada niat untuk tujuan menikah, melainkan hanya untuk seronok-seronok dan suka-suka.

Dunia maya bukan tempat yang baik untuk mencari jodoh karena pribadi, sikap dan ilmu agamanya belum tentu nyata dan sama di dunia yang sebenarnya.

9. Selalu update status nasihat tetapi tidak berusaha untuk melaksanakan nasihat tersebut. 

Sebagian ada orang yang selalu membahagikan nasihat dan status ilmu agama. Akan tetapi ia tidak berusaha melakukan nasehat tersebut.

Bahkan ia yang melakukan berbagai larangan dalam nasihat tersebut. Sudah banyak sekali nasihat yang ia nasihatkan kepada orang lain akan tetapi ia lupa dengan dirinya sendiri.

Semoga Allah SWT melindungi kita dari hal seperti ini. Karena hal ini ancamannya keras.

Allah Ta’ala berfirman dalam surah Ash-Shaff ayat 3:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

Ertinya:
“Wahai orang-orang yang beriman!  Hal (itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. Ash-Shaff: 3) 

10. Malas dan lalai dalam menuntut ilmu agama di majelis ilmu di dunia nyata.

Banyaknya sarana yang mudah untuk mendapatkan ilmu di alam maya membuat orang merasa cukup dengan hanya membuka laman web dan media sosial. 

Begitu juga dengan link-link kajian dan rekaman kajian membuat orang merasa malas dan mencukupkan diri dengan menuntut ilmu agama tersebut di dunia maya.

Padahal menuntut ilmu agama  di dunia maya berbahaya bagi mereka yang masih pemula dan tidak ada dasar ilmu agama yang baik dan benar. 

Kemudian meninggalkan  berbagai macam keutamaan menghadiri majelis ilmu secara langsung, bertemu dengan teman yang shalih dan shalihah atau melihat akhlak ustadz atau tok guru. Maka hal ini tidak akan kita dapati di dunia maya.

Ya Allah jauhkan kami dari fitnah alam maya yang akan memesongkan kami dalam kehidupan. Tetapkan hati kami ya Allah untuk sentiasa mengikuti jalan kebenaran.   Aamiin ya Robbal 'alamiin.

Wallahu A'lam.
Doakan istiqamah serta Sehat wal Afiat. 
Wassalam USM. (Ustaz Sihabuddin Muhaemin).

Catatan:
ILMU ITU MILIK ALLAH SWT UNTUK DISEBARKAN. 
Sila KONGSIKAN Dengan Sesama SAUDARA  KITA. 
Mudah-Mudahan bermanfaat Untuk Semua.
Di Dunia Dan Di Akhirat Nanti. Insya-Allah. Aamiinn !!!!!

Kritik Dan Saran Yang Membina Sangat Dialu-alukan. 
Sila tlp/sms kami, USM (012-6653988). 
Atau layari laman facebook:
http://www.facebook.com:
USM - Sihabuddin Muhaemin.

TERIMA KASIH.  
(Shah Alam,  Isnin 7 Sya'ban 1436 H).