10 KELEBIHAN KALIMAT BASMALAH

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم 

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين و على آله وصحبه اجمعين. أما بعد:

TAZKIRAH HARI INI UNTUK RENUNGAN BERSAMA.   
(Shah Alam, Sabtu 2 Mei 2015).
 
10 KELEBIHAN KALIMAT BASMALAH.( بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم)

Bismillahirrahmanirrahim merupakan kalimah yang agung
yang hanya dimiliki oleh umat untuk pelbagai kegunaan dalam kehidupan umat Islam yang begitu besar faedahnya dalam kehidupan.  

Pada TAZKIRAH hari ini USM ingin menjelaskan sedikit tentang kegunaan Bismillah dalam kehidupan seharian umat Islam. Diantara keutamaan kalimat Basmalah dalam kehidupan adalah sebagai berikut:

1. pembukaan Al-Qur'an.

Allah SWT membuka kitab-Nya yang paling Agung, iaitu Al-Qur'an dengan lafadz Basmalah. Demikian pula, semua surat dalam Al-Qur'an diawali dengan Basmalah, kecuali surat At-Taubah.

2. Rasulullah SAW mengawali surat yang beliau kirim ke raja-raja, untuk mengajak mereka masuk Islam, dengan lafadz Basmalah.  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم 

3. Basmalah merupakan isi surat yang dikirim oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis shalatu was salam kepada Ratu Balqis dari kerajaan Saba’ yang ketika itu masih menyembah matahari. 

Allah berfirman, menceraitakan kisah tersebut dalam Al-Quran dalam An-Naml ayat 29 – 31:

قَالَتْ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ إِنِّي أُلْقِيَ إِلَيَّ كِتَابٌ كَرِيمٌ ( ) إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ( ) أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ

Ertinya:
“ Ratu Saba' berkata: Wahai para menteri, saya mendapatkan sepucuk surat yang mulia. Surat itu datangnya dari Sulaiman, isinya: Bismillahir rahmanir rahiim. Janganlah kalian bersikap sombong di hadapanku dan datanglah kepadaku dengan tunduk.” (QS. An-Naml: 29 – 31).

Tujuan utama Nabi Sulaiman mengirim surat ini adalah untuk mengajak mereka masuk Islam dan meninggalkan kekufurannya. Mengingat pentingnya tujuan ini, Nabi Sulaiman memulakan suratnya dengan kata Basmalah. 

4. Bacaan Basmalah menjadi permulaan untuk berbagai aktiviti baik bentuk ibadah, seperti wudhu, atau mandi dan tayamum, atau yang lainnya menurut pendapat sebagian ulama. 

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْه

Ertinya:
“Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah (membaca basmalah).” (HR. Abu Daud ).

Hadis ini berbicara tentang wudhu, namun ulama mengqiyaskannya untuk mandi dan tayamum, karena semuanya adalah kegiatan bersuci.

 Dalam hadis yang lain Rasulullah SAW bersabda:

 كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُبْدَأُ فِيهِ بِبَسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ فَهُوَ أَقْطَعُ

Artinya : 
"setiap perbuatan yang baik yang tiada diawali dengan membaca bissmillahirrahmaanirrahim maka perbuatan adalah sia-sia (hilang keberkatannya)". (HR. Ibnu Hibban).

5. Perlindungan Dari Gangguan Syaitan Ketika Makan.

Orang yang makan atau minum dengan didahului membaca Basmalah,  syaitan tidak mampu untuk turut memakan makanan tersebut. 

Diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

Ertinya:
“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah SWT Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah SWT di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”. (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi).

Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَيَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ الَّذِى لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ

Ertinya:
“Sesungguhnya syaitan dibolehkan makan makanan yang tidak dibacakan nama Allah ketika hendak dimakan.” (HR. Abu Daud ).

6. Penjagaan Dari Gangguan Syaitan Ketika berhubungan kelamin Suami Isteri (Jima').

dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ قَالَ: “بِاسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا“، فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

Ertinya:
“Jika salah seorang dari kalian (suami) ketika ingin menggauli istrinya, dan dia membaca doa: ‘Dengan (menyebut) nama Allah, …dst’, kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

7. Penghalang Antara Pandangan Jin Dan Aurat Manusia.

Seperti yang selalu kita bahas, kita tidak dapat melihat jin, namun jin dapat melihat kita dalam semua keadaan. 

Tidak segan-segan, jin akan melihat kita dalam posisi ketika tidak berpakaian.  Untuk menghadapi hal yang demikian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan agar ketika membuka pakaian, kita tidak lupa membaca Basmalah.

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ: إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الخَلَاءَ، أَنْ يَقُولَ: بِسْمِ اللَّهِ

Ertinya:
“Penghalang antara mata jin dengan aurat bani Adam, apabila kalian masuk kamar kecil, ucapkanlah bismillah.” (HR. Tirmudzi ).

8. Penghalang Syaitan Untuk Membuka Tempat Atau Barang Yang Berharga.

Beberapa harta berharga yang kita simpan di malam hari, juga akan menjadi sasaran Syaitan. Dia berusaha mengganggu kita dengan mengotori makanan atau mengambil barang berharga itu. 

Untuk mengatasi hal tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam mengajarkan umatnya agar ketika menutup semua bekas makanan atau barang yang berharga dengan membaca basmalah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

غَطُّوا الْإِنَاءَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، وَأَغْلِقُوا الْبَابَ، وأطفؤا السِّرَاجَ، فإن الشَّيْطَانَ لَا يَحُلُّ سِقَاءً، ولا يَفْتَحُ بَابًا، ولا يَكْشِفُ إِنَاءً، فَإِنْ لم يَجِدْ أحدكم إلا أَنْ يَعْرُضَ على إِنَائِهِ عُودًا وَيَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ، فَلْيَفْعَلْ

Ertinya:
“Tutuplah bejana, ikatlah geribah (tempat menyimpan air yang terbuat dari kulit), tutuplah pintu, matikanlah lentera (lampu api), karena sesungguhnya setan tidak mampu membuka geribah yang terikat, tidak dapat membuka pintu, dan tidak juga dapat menyingkap bejanan yang tertutup. Bila engkau tidak mendapatkan tutup kecuali hanya dengan melintangkan di atas bejananya sebatang ranting, dan menyebut nama Allah, hendaknya dia lakukan.” (HR. Muslim)

9. Menghalang Syaitan Menginap Di Dalam Rumah.

Bacaan basmalah diucapkan ketika masuk ke dalam rumah, dapat menjadikan penghalang bagi syaitan untuk ikut memasukinya atau menginap di dalamnya.

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ، فَذَكَرَ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ، وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ، فَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ، وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ

Ertinya:
“Jika seseorang masuk rumahnya dan dia mengingat nama Allah ketika masuk dan ketika makan, maka setan akan berteriak: ‘Tidak ada tempat menginap bagi kalian dan tidak ada makan malam.’ Namun jika dia tidak mengingat Allah ketika masuk maka setan mengatakan, ‘Kalian mendapatkan tempat menginap’ dan jika dia tidak mengingat nama Allah ketika makan maka setan mengundang temannya, ‘Kalian mendapat jatah menginap dan makan malam’.” (HR. Muslim).

10. Menjadi Syarat Halalnya Haiwan Sembelihan. 

Diantara keberkatan Basmalah, orang yang menyembelih binatang dengan menyebut basmalah, hewan sembelihannya bisa menjadi halal. Sebaliknya, orang yang menyembelih binatang tanpa mengucapkan basmalah, baik disengaja maupun lupa, sembelihannya batal, dan hewan itu tidak boleh dimakan. 

Allah SWT berfirman dalam surah Al-An’am ayat 121:

وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ

Ertinya:
“Janganlah kalian makan (hewan) yang tidak disebutkan nama Allah ketika menyembelihnya. Itu sesuatu yang fasik (tidak halal).” (QS. Al-An’am: 121).

Ya Allah jauhkan diri kami dari sikap yang buruk serta hindarkan kami dari kehidupan yang tidak di berkati. Mudah-Mudahan hidup kami akan sentiasa berada dalam bimbingan-Mu. Aamiinn Yaa Robbal ‘Aalamiin !!!!! 

Wallahu A'lam. 
Doakan istiqamah serta Sehat wal Afiat. 
Wassalam USM. (Ustaz Sihabuddin Muhaemin).

Catatan:
ILMU ITU MILIK ALLAH SWT UNTUK DISEBARKAN. 
Sila KONGSIKAN Dengan Sesama SAUDARA  KITA. 
Mudah-Mudahan bermanfaat Untuk Semua.
Di Dunia Dan Di Akhirat Nanti. Insya-Allah. Aamiinn !!!!!

Kritik Dan Saran Yang Membina Sangat Dialu-alukan. 
Sila tlp/sms kami, USM (012-6653988). 
Atau layari laman facebook:
http://www.facebook.com:
USM - Sihabuddin Muhaemin.

TERIMA KASIH.  
(Shah Alam, Sabtu 13 Rejab 1436 H).