7 CARA MENCARI KEBERKATAN HARTA YANG DI ANUGERAHKAN ALLAH SWT.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم 

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين و على آله وصحبه اجمعين. أما بعد:

TAZKIRAH HARI INI UNTUK RENUNGAN BERSAMA.   
(Shah Alam, Sabtu 25 April 2015).
 

7 CARA MENCARI KEBERKATAN HARTA YANG DI ANUGERAHKAN ALLAH SWT.

Harta benda merupakan amanah dari Allah SWT. Yang wajib kita gunakan pada jalan yang diredhai Allah SWT baik dari cara mencarinya dan membelanjakannya. 

Islam memandang harta benda ini pada 3 perkara;

1. Harta Adalah Pemberian Allah SWT Kepada Hamba-Nya. 

Segala pemberian Allah SWT adalah nikmat yang pertanggung jawabannya akan dimintai pada hari Kiamat nanti . 

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Takathur, ayat 8:

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
Ertinya:
"kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)”. (QS. At-Takatsur: 8)

Harta adalah cobaan dan ujian dari Allah SWT terhadap seorang hamba sejauh mana harta tersebut mendekatkan dirinya kepada Allah. 

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Anfal, ayat 28:

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Ertinya:
"Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar". (QS. Al-Anfal: 28)

Allah SWT juga menyatakan dalam surah At-Taghabun, ayat 15:

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Ertinya:
"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar".
(QS. At-Taghabun:15)

Rasulullah SWT bersabda:

“Tidak akan bergerak kedua kaki seorang hamba pada hari Kiamat hingga dia ditanya tentang umurnya, bagaimana dia menghabiskan (umurnya); tentang ilmunya, bagaimana dia beramal dengan (ilmunya); tentang hartanya, dari mana dia dapatkan dan ke mana dia belanjakan; serta tentang jasadnya, bagaimana dia usangkan.” (HR. At-Tirmidzi dan Ad-Darimi).

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Para fuqara kaum muslimin akan masuk surga selama setengah hari -yaitu lima ratus tahun- sebelum orang-orang kaya.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan, An-Nasa’i)

Dari keterangan ayat-ayat dan hadits-hadits di atas, seorang hamba hendaknya selalu melihat keberadaan harta yang dia miliki. 

Apabila harta bendanya dia pergunakan dalam hal ketaatan, kebaikan, dan amalan-amalan yang mendekatkan dia kepada Allah SWT hal tersebut adalah tanda keberkatan dan kebaikan dari Allah SWTM

Namun, bila harta tersebut dia pergunakan dalam dosa, kejahatan, dan hal-hal lain yang Allah SWT benci, harta tersebut hanyalah musibah yang menimpanya.

2. Berkat adalah ketetapan dan kebaikan Ilahi pada sesuatu perkara. Berkat juga bermakna banyaknya kebaikan pada sesuatu serta bertambahnya sesuatu.

Mencari keberkatan adalah hal yang wajib dituntut oleh setiap muslim dan muslimah, karena Allah SWT telah menyebut nikmat keberkatan ini dalam banyak ayat. 

Para nabi juga memohon keberkatan pada Allah SWT. Juga Rasulullah SAW mengajarkan doa-doa memohon keberkatan dalam perbagai keadaan.

Pengaruh keberkahan dapat terlihat pada kehidupan manusia sehari-hari. Di antara manusia, ada yang bergelumang harta, tetapi harta tersebut tidak memberi ketenangan kepadanya dan seakan tidak mencukupi keperluannya bahkan tidak membuatnya lebih dekat kepada Allah SWT.

Sementara itu, ada pula di antara manusia yang berpenghasilan rendah Namun, karena keberkatan dari Allah SWT hal yang sedikit tersebut mencukupi keperluannya serta memberi ketenangan dan kedekatan kepada Allah SWT.

3. Allah SWT memberikan keberkatan pada harta benda  sangatlah banyak jumlahnya. 

Di antara keberkatan harta benda tersebut ada 7 perkara iaitu:

1. Dengan Meningkatkan Keimanan Dan Ketakwaan Kepada Allah SWT Dengan Menegakkan Perintah Allah SWT Dan Menjauhi Larangan-Nya.

Allah SWT berfirman dalam  Surah Al-Araf, ayat 96:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Ertinya:
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". (QS. Al-A’raf: 96)

2. Mencari Harta Dari Sumber Yang Halal.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

“Siapa saja yang mengambil harta dengan haknya akan diberi berkah pada harta itu. Namun, siapa saya yang mengambil suatu harta tanpa hak, perumpamaannya bagaikan orang yang makan, tetapi tidak pernah kenyang.” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Mengambil Harta Dengan Jiwa Yang Sakhawah.

Jiwa yang Sakhawah berarti dia mengambil harta tanpa meminta, bersikap tamak, dan berlebihan dalam menggapai harta tersebut. Hakim bin Hizam radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Saya meminta kepada Rasulullah SAW lalu beliau memberiku, kemudian saya meminta dan beliau memberi, selanjutnya saya meminta dan beliau memberi (lagi). Beliau pun bersabda, ‘Wahai Hakim, sesungguhnya harta ini hijau lagi manis. Barangsiapa yang mengambil (harta) itu dengan jiwa yang sakhawah, (harta) tersebut akan diberkahi untuknya. Namun, barangsiapa yang mengambil (harta) tersebut dengan jiwa yang berlebihan, (harta) tersebut takkan diberkahi untuknya, seperti orang yang makan, tetapi tidak (pernah) kenyang. Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah’.” (HR. Bukhari dan Muslim). 

4. Menginfakkan Sebahagian Harta Benda Pada Jalan Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam surah Saba, ayat 39:

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Ertinya:
"Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya". (QS. Saba': 39).

Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah itu tidaklah akan mengurangi harta.” (HR. Muslim)

5. Jujur Dalam Melakukan Transaksi, Baik Ketika Membeli, Menjual, Berniaga, Bersyarikat, Ataupun Yang Semisalnya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Dua orang yang saling bertransaksi memiliki hak khiyar ‘melanjutkan atau membatalkan akad’ sepanjang keduanya belum berpisah. Apabila keduanya saling berlaku jujur dan transparan, Allah SWT akan memberkati keduanya dalam transaksi mereka. Akan tetapi, jika keduanya saling berdusta dan menyembunyikan, keberkahan akan dihapus pada transaksi mereka berdua.” (HR. Bukhari dan Muslim).

6. Memanfaatkan Waktu pagi Dalam Menunaikan Amalan Dan Pekerjaan Yang Baik.

Rasulullah SAW bersabda:

“Ya Allah, berkatilah umatku pada waktu-waktu pagi mereka.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah).

7. Ridha Dengan Taqdir Pembahagian dan pemberian Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah SWT menguji hamba-Nya terhadap segala sesuatu yang Dia berikan kepada (hamba) tersebut. Barangsiapa yang meridhai apa-apa yang Allah bagikan untuknya, Allah akan meridhai hal tersebut untuknya dan melapangkannya. Akan tetapi, barangsiapa yang tidak ridha, dia takkan diberkahi.” (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi).

Demikianlah beberapa sebab keberkatan. Tentunya, masih banyak lagi sebab-sebab keberkatan lain yang tidak sempat disebutkan dalam TAZKIRAH hari ini.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberi keberkatan untuk kita semua pada umur, ilmu, harta, dan segala amal perbuatan kita di sepanjang hayat kita di dunia ini. Aamiinn Yaa Robbal 'Aalamiin !!!!!

Wallahu A'lam. 
Doakan istiqamah serta Sehat wal Afiat. 
Wassalam USM. (Ustaz Sihabuddin Muhaemin).

Catatan:
ILMU ITU MILIK ALLAH SWT UNTUK DISEBARKAN. 
Sila KONGSIKAN Dengan Sesama SAUDARA  KITA. 
Mudah-Mudahan bermanfaat Untuk Semua.
Di Dunia Dan Di Akhirat Nanti. Insya-Allah. Aamiinn !!!!!

Kritik Dan Saran Yang Membina Sangat Dialu-alukan. 
Sila tlp/sms kami, USM (012-6653988). 
Atau layari laman facebook:
http://www.facebook.com:
USM - Sihabuddin Muhaemin.

TERIMA KASIH.  
 (Shah Alam, Sabtu 6 Rejab 1436 H).